You know what ?

I miss you. Like, so much.

Posted on June 3rd, 2010 by unwinged  |  7 Comments »

What I Love to do with My Husband

Makan di emperan, because I like watching him go crazy over bottled tea

A walk in the park, who knows we’ll meet Mickey Mouse like this again

Billiard. The only sport we know :p

Spend quality time on the train

Counting money…

Kondangan…

Using public bus

In fact, I’d love to do anything… as long as I can watch this madness…

And it would be perfect day if we do a series of camwhoring together…

…is that too much to ask?

Posted on May 20th, 2010 by salsabeela  |  1 Comment »

Rumah Baru

We’re officially move in to our new house in Depok. Wish us luck :)

Posted on May 12th, 2010 by salsabeela  |  No Comments »

C’est la Vie

Saat ini susah buat gue untuk update blog ini. Bukan karena kesibukan. Lebih karena gue bingung kemana hidup membawa kami melangkah. It’s complicated.

Saat ini yg ada hanya ikhlas. Mendengarkan hati. After all, c’est la vie.

If you’re a wife and you can feel me, leave a message :)

Posted on April 21st, 2010 by salsabeela  |  1 Comment »

The Rules of Love

Recommended book!

Posted on April 10th, 2010 by salsabeela  |  No Comments »

Long Distance

Kayaknya rada lebay, tapi memang gue nggak bisa tahan lama jauh2an ama suami. Kalau gue yg pergi pasti jg nggak menikmati. Apa kabar yah kalau gue jadi istri prajurit yg harus pergi dinas berbulan-bulan 0.o;

Posted on March 13th, 2010 by salsabeela  |  No Comments »

Reflect

I met a woman today, looks tired and extremely hard to look genuinely pleased. We’re talking about work and once she said that she’s separated from her husband and move back with her family.

Man… I’m sure this is not what she imagine when she got married. I asked how about their children and how to split their fortune. She chuckles and says, you watch too much gossip on tv. It’s not that complicated

I came back home thinking: life is not that easy indeed.

Posted on March 12th, 2010 by salsabeela  |  3 Comments »

Sepasang Suami-Istri Teladan

Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.
Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:
Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.
Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw. bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak.”
Rasulullah Suami Teladan
Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.
Rasulullah saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.”
Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan dilarang menyakiti atau menyiksanya.
Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?”
Ketika Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya, beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.”
Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya.” Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah tanggannya.
Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw. di rumahnya, beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”
Rasulullah saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan kebahagiaan agar tidak membosankan.
Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya dengan disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.
Khadijah Istri Teladan
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah.
Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini.
Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw. dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya sarat dengan kehalusan.
Rasulullah saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islam.
Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit. Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy. Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. Jibril datang kepada Nabi, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan.” (Bukhari)
Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.
Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim
  • Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
  • Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
  • Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
  • Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
  • Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
  • Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.

Posted on March 11th, 2010 by salsabeela  |  3 Comments »

Menjadi Istri Pebisnis

Semakin banyak orang yang merintis masuk ke dunia entrepreneur, juga membuat semakin banyak  pula istri-istri yang deg-degan setiap bulan, berharap usaha suaminya maju dan cashflow bagus, agar ada uang untuk belanja atau bayar ini itu. Calon entrepreneur alias suami yang ngantor, pun harus berpikir 100 x 2 sebelum berhenti bekerja. Itu karena ia memikirkan keluarga, istri dan anaknya, yang mungkin bisa hidup tidak tenang karena penghasilannya yang tak pasti.

Suami gue dari awal tidak mau bekerja kantoran. Keputusan yang telah membuat panik orang tua hehe. Semua yang ingin dia lakukan, 1000% gue dukung. I have my own goal and he has it too. Kita hanya perlu saling berdiskusi, mendukung, memberi masukan dan mengingatkan. Namun, keputusan visi rumah tangga tetap ada pada suami, dan kita juga sebaiknya menuruti. Tak boleh ada dua nahkoda dalam kapal, kan?

Soal uang kayaknya sudah bukan jamannya lagi untuk tergantung dan menunggu uang dari suami. Kita punya talenta dan kemampuan sendiri untuk berkarya dan menghasilkan. Bahkan kita juga bisa bantuin bisnis suami sambil digaji juga secara profesional. Untungnya dobel kan hehe :P

Jadi, apa yah intinya… pokoknya sabar, supportive, mandiri, that’s the key of becoming the businessman’s wife ;)

Ada masukan lain?

Posted on March 1st, 2010 by salsabeela  |  1 Comment »

New Habit

Suami gue kadang-kadang punya hobi yang ajaib dan mendadak datangnya. Kalau beberapa saat yang lalu jadi suka mancing, sekarang hubby lagi suka dengerin motivational audio. Nggak di komputer, nggak di iPod, nggak di mobil, gue jadi ikut dengerin juga motivasi untuk perbaikan personality hingga bisnis dan marketing. Akhirnya sekarang kalau di mobil, kita nggak terlalu banyak ngobrol lagi, gara-gara dengerin pembicara di mp3 hehe. Bagus and recommended, karena menurut gue, positive things itu perlu diingatkan berkali-kali. Makanya ada seminar motivasi kan, yang tiap kita keluar dari situ, selalu semangat 45 dan recharge lagi. Nah ini, dengan motivational audio macam gini, jadi bisa recharge 24/7. Semangat terus jadinya :D

Tau nggak, Jeff Arch, penulis skenario Sleepless in Seattle, dulunya bekerja menjalankan sekolah karate selama bertahun-tahun. Sampai suatu hari dia mendengarkan motivational audio seperti itu dari Tony Robbins, dan memutuskan untuk resign dan mengejar mimpinya sebagai penulis skenario. Dan, jadilah Sleepless in Seattle yang sukses dan masih diingat sampai saat ini ;)

Kalau mau cari di Google lumayan banyak tuh resource u/ motivational audio/podcast yang bisa kamu dengarkan sewaktu-waktu. Good luck dan selamat termotivasi ^^

Posted on February 28th, 2010 by salsabeela  |  No Comments »