Honeymoon with My Sister

Udah lama ya nggak honeymoon. Akhirnya ada waktu juga untuk honeymoon part yang kesekian kalinya :D Gue bukan Franz Wisner yang nulis Honeymoon With My Brother dan buku terbarunya How the World Makes Love, tapi kali ini kita ditemenin my sister (in-law tepatnya), Astrid.

Naik mobil dari Jakarta ke Merak memakan waktu sekitar 2 jam. Kemudian nyebrang Rp 198.000 dari Merak ke Bakauheni. Langsung masuk ruangan VIP Rp 10.000 per orang. Dalam waktu sekitar 2 jam juga di feri, akhirnya kita tiba di Lampung. Langsung saingan sama banyak bis dan truk yang besar-besar. Hiiiy!

Satu jam kemudian kita mampir dulu ke Kalianda Resort untuk sedikit foto-foto dan istirahat. Biaya masuknya per orang Rp 20.000 dan mobil Rp 10.000.

Kita lanjut lagi ke Bandar Lampung, perjalanan dari Kalianda cuma sekitar 1 jam. Di situ langsung ke rumah Tante Pur dan langsung disuruh makan sebanyak-banyaknya (awal dari kenaikan berat badan yang cukup signifikan haha).

Besoknya kita diajak ke Pantai Mutun dan Pulau Tangkil. Jaraknya cuma setengah jam dari Bandar Lampung. Kita bayar perahu untuk ke Pulau Tangkil Rp 50.000 kalo nggak salah, plus uang masuk pantai Mutun Rp 25.000. Nanti di Pulau Tangkil bayar lagi Rp 10.000 per orang kalo ga salah. Yang jelas mayan ekonomis lah, nggak mahal-mahal amat.

Pulau Tangkil nggak jauh kok dari Pantai Mutun, cuma 10 – 15 menit hehe. Pulaunya cukup indah dan airnya lumayan menyenangkan warnanya.

Dari sana kita lanjut makan mpek-mpek, dan hari itu ditutup dengan karaoke :D

Besoknya sempetin nyari oleh-oleh Lampung di toko Yen-Yen. Keripik Pisang, Dodol Pisang, dan semua serba pisang :D

Habis itu makan Mie Bandar Lampung dan Beli Roti Italia :D

Akhirnya selesaiĀ  juga petualangan kami di Lampung. Bye bye Lampung, thanks a lot Tante Pur sekeluarga ^^ See you at the next honeymoon story!

2 Responses to “Honeymoon with My Sister”

  1. ipi says on :

    do you realize how you two look a like?

  2. Resolusi Tahun 2010 | Ollie's Blog :: Read. Write. Blog. says on :

    [...] to Lampung with family and hubby and once again with my sister-in-law. It’s the first time I really visiting the city. Sebelumnya hanya lewat saja dengan bis [...]

Leave a Reply